NGANJUK – Pemerintah bergerak cepat menyikapi kejadian dugaan keracunan yang dialami sejumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn) Trenggono, turun langsung ke Kabupaten Nganjuk, Sabtu (5/9/2026) sore, untuk memastikan kondisi para korban sekaligus mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan program MBG.
Kunjungan kerja tersebut dimulai sekitar pukul 15.37 WIB. Setibanya di Kabupaten Nganjuk, Waka BGN langsung menuju Rumah Sakit Islam (RSI) Kabupaten Nganjuk, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Payaman, tempat sejumlah pasien menjalani perawatan medis setelah diduga mengalami gangguan kesehatan pascakonsumsi menu MBG yang berasal dari SPPG Begadung 2, Yayasan Ksatria Raja Angga.
Kehadiran Waka BGN menjadi bentuk respons cepat pemerintah untuk memastikan setiap pasien memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal. Tidak hanya melihat kondisi pasien, peninjauan tersebut juga menjadi momentum untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Dalam peninjauan itu, Waka BGN didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Satgas MBG Nganjuk Judi Ernanto, Direktur Utama RSI Nganjuk dr. Fitriana Wijayanti, jajaran Forkopimcam, serta Koordinator Wilayah SPPI Nganjuk Anindita Nur Hidayah.
Waka BGN memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama. Setiap pasien yang menjalani perawatan harus mendapatkan penanganan sesuai kondisi medisnya, sementara proses penelusuran penyebab kejadian dilakukan secara menyeluruh dan terukur.
Usai melakukan peninjauan terhadap para korban, rombongan kemudian bergerak menuju SPPG Begadung 2 untuk melihat secara langsung lokasi penyelenggaraan program MBG yang menjadi sumber distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
Di dapur SPPG tersebut, Waka BGN melakukan evaluasi secara mendalam terhadap seluruh tahapan penyelenggaraan MBG. Pemeriksaan mencakup keamanan pangan, kualitas bahan baku, proses penyimpanan, pengolahan dan pemasakan makanan, kebersihan lingkungan dapur, peralatan yang digunakan, hingga proses pengemasan dan rantai distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara utuh mengenai kemungkinan faktor yang menyebabkan terjadinya kejadian tersebut. Setiap tahapan menjadi perhatian agar tidak ada celah yang dapat mengganggu standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Langkah cepat tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kualitas dan keamanan program MBG. Kejadian yang terjadi menjadi bahan evaluasi penting agar pelaksanaan program ke depan semakin ketat, profesional, dan mampu memberikan jaminan keamanan bagi seluruh penerima manfaat.
Pemerintah tidak ingin persoalan ini berhenti pada penanganan korban semata. Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mengetahui akar persoalan, melakukan perbaikan, serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Di tengah perhatian masyarakat terhadap program MBG, aspek keamanan pangan menjadi bagian yang tidak dapat ditawar. Makanan yang diberikan kepada anak-anak dan masyarakat harus melalui proses pengolahan yang memenuhi standar kebersihan, kesehatan, kualitas bahan baku, serta distribusi yang aman.
Kunjungan langsung Waka BGN ke Kabupaten Nganjuk menjadi pesan tegas bahwa setiap persoalan dalam pelaksanaan MBG akan ditindaklanjuti secara serius. Penanganan korban menjadi prioritas, sementara evaluasi terhadap sistem penyelenggaraan dilakukan sebagai langkah perbaikan berkelanjutan.
Melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pengelola SPPG, aparat kewilayahan, serta seluruh unsur terkait, diharapkan proses penanganan dan evaluasi dapat berjalan secara menyeluruh.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengembalikan rasa aman masyarakat dan menjaga kepercayaan terhadap Program Makan Bergizi Gratis sebagai program nasional yang bertujuan memberikan asupan makanan bergizi kepada masyarakat penerima manfaat.
Pemerintah memastikan evaluasi akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian penanganan dan pemeriksaan mendapatkan kejelasan. Keselamatan penerima manfaat menjadi landasan utama dalam setiap langkah pembenahan pelaksanaan program MBG di Kabupaten Nganjuk.












