Nganjuk – Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi setiap keluarga. Selain menjadi tempat berlindung, rumah juga menjadi ruang bagi keluarga untuk tumbuh, beraktivitas, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Masih terdapat warga yang harus tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan kondisi bangunan yang jauh dari standar kelayakan.
Kondisi RTLH umumnya dipengaruhi oleh keterbatasan ekonomi masyarakat serta minimnya kemampuan untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan rumah secara mandiri. Atap yang mengalami kerusakan, dinding yang sudah lapuk, lantai yang belum memadai, hingga kondisi bangunan yang kurang aman menjadi persoalan yang dihadapi sebagian warga.
Melihat kondisi tersebut, berbagai upaya dilakukan untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas tempat tinggal mereka. Salah satunya melalui pembangunan dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Sambirejo.
Program pembangunan RTLH menjadi langkah nyata dalam menghadirkan hunian yang lebih layak, sehat dan aman bagi masyarakat. Pembangunan tidak hanya berorientasi pada perubahan bentuk fisik rumah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama. TNI melalui Babinsa bersama pemerintah desa dan masyarakat turut berperan dalam mendukung proses pembangunan rumah warga. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui kegiatan tersebut, Babinsa tidak hanya membantu pekerjaan fisik seperti mengangkat material, memasang dinding, memperbaiki bagian rumah, maupun pekerjaan lainnya, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus menjaga semangat kebersamaan.
Gotong royong dalam pembangunan RTLH juga menjadi bukti bahwa persoalan sosial di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui kebersamaan. Beban yang terasa berat jika ditanggung sendiri dapat menjadi lebih ringan ketika dikerjakan bersama.
Bagi warga penerima manfaat, pembangunan RTLH memberikan harapan baru. Rumah yang sebelumnya memiliki berbagai keterbatasan secara bertahap diperbaiki menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.
Perubahan tersebut memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat. Rumah yang layak dapat memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan keluarga yang lebih sehat.
Selain memberikan manfaat secara langsung kepada penerima bantuan, pembangunan RTLH juga memberikan dampak sosial yang lebih luas. Kegiatan tersebut mendorong tumbuhnya kepedulian antarmasyarakat serta memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan pembangunan RTLH sekaligus menunjukkan bahwa tugas TNI di wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan. Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa senantiasa dituntut untuk peka terhadap kondisi sosial masyarakat dan hadir ketika warga membutuhkan bantuan.
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, Babinsa dapat mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus menjadi penghubung dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Pembangunan RTLH di Desa Sambirejo diharapkan dapat menjadi bagian dari proses perubahan kehidupan masyarakat menuju kondisi yang lebih baik. Rumah yang lebih layak akan memberikan ruang bagi keluarga untuk menjalani kehidupan dengan lebih aman, sehat dan bermartabat.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program RTLH merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Setiap dinding yang dibangun, setiap bagian rumah yang diperbaiki, dan setiap tenaga yang diberikan melalui gotong royong menjadi bagian dari upaya menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.
Semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Dengan terus mengedepankan gotong royong dan kepedulian sosial, pembangunan RTLH di Desa Sambirejo diharapkan mampu mengubah bukan hanya kondisi rumah, tetapi juga memberikan perubahan positif terhadap kehidupan keluarga yang menempatinya.
Dari rumah yang lebih layak, tumbuh rasa aman. Dari rasa aman, lahir harapan. Dan dari harapan, masyarakat dapat melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.
Berita Terkait
Sumur Bantuan TNI AD di Titik 6 Rampung, Warga Dusun Semanding Sambut dengan Sukacita *NGANJUK* – Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata di wilayah. Salah satunya melalui pembangunan sumur sumber air bersih bagi warga di wilayah Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Pembangunan sumur bantuan TNI AD di *Titik 6, yang berada di rumah **Bapak Mulud, Dusun Semanding, Desa Tempuran, RT/RW 007/002, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, kini telah memasuki tahap **finishing dan dinyatakan selesai dikerjakan*. Kehadiran sumur tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas sumber air bersih di lingkungan mereka. Proses penyelesaian sumur dilakukan dengan memperhatikan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat. Setelah melalui tahapan pekerjaan pembangunan, sumur kini telah memiliki bentuk yang lebih layak dan siap dimanfaatkan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Bagi masyarakat Dusun Semanding, keberadaan sumber air bersih tersebut memiliki arti penting. Air merupakan kebutuhan dasar yang sangat diperlukan untuk berbagai aktivitas rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci, mandi hingga kebutuhan sehari-hari lainnya. Terlebih pada saat musim kemarau, ketersediaan sumber air menjadi salah satu perhatian utama masyarakat. Dengan rampungnya pembangunan sumur di Titik 6, warga tidak hanya mendapatkan fasilitas fisik berupa sumur, tetapi juga memperoleh manfaat jangka panjang berupa akses terhadap sumber air yang diharapkan dapat digunakan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Salah seorang warga penerima manfaat menyampaikan rasa senang dan syukur atas bantuan sumur yang diberikan. Menurutnya, keberadaan sumur tersebut sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan sumber air bersih yang lebih dekat dengan permukiman. Kebahagiaan warga terlihat dari antusiasme mereka saat melihat sumur yang telah selesai dibangun. Bagi masyarakat, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian dan kepedulian TNI AD terhadap kondisi warga di wilayah pedesaan. Kegiatan pembangunan sumur air bersih tersebut juga menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat bukan hanya dalam aspek pembinaan teritorial dan keamanan, tetapi juga turut membantu mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk kebutuhan dasar akan air bersih. Komandan Kodim 0810/Nganjuk *Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T.*, menyampaikan bahwa penyediaan sumber air bersih merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap masyarakat sekaligus bagian dari upaya membantu meningkatkan kesejahteraan warga. “*Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat penting. Melalui pembangunan sumur ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya masyarakat di Dusun Semanding, Desa Tempuran. Kami juga berharap sumur ini dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama,*” ujar Dandim. Menurut Dandim, keberadaan Babinsa di wilayah diharapkan mampu melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dengan komunikasi serta kedekatan yang terjalin bersama warga, berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama. “*TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Karena itu, setiap bentuk kegiatan yang dapat membantu meringankan kesulitan masyarakat akan terus kami dukung sesuai dengan kemampuan yang ada. Semoga bantuan sumur air bersih ini benar-benar memberikan manfaat dan dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,*” tambahnya. Dandim juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas sumur yang telah dibangun. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut merupakan hasil dari kepedulian dan gotong royong yang manfaatnya harus dapat dirasakan dalam jangka panjang. Sementara itu, jajaran Babinsa Koramil Ngluyu terus berupaya menjalin komunikasi dengan masyarakat sekaligus melakukan pendampingan di wilayah. Kedekatan Babinsa dengan warga menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung berbagai program sosial dan kemasyarakatan yang dilaksanakan di wilayah binaan. Pembangunan sumur di Titik 6 tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat kepada pemilik rumah, tetapi juga dapat membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan akses air bersih. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan manfaat dari fasilitas tersebut. Program penyediaan sumber air bersih juga menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan sumber air. Dengan tersedianya sumur, warga diharapkan tidak lagi terlalu kesulitan dalam memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Raut bahagia warga setelah selesainya pembangunan sumur menjadi gambaran sederhana dari manfaat nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Bantuan yang diberikan bukan sekadar pembangunan sebuah fasilitas, tetapi menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat. Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0810/Nganjuk menunjukkan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam membantu masyarakat di wilayah Kabupaten Nganjuk. Semangat pengabdian tersebut sejalan dengan prinsip *“Bersama Rakyat TNI Kuat”*, di mana keberadaan TNI senantiasa diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Dengan telah selesainya *sumur bantuan TNI AD di Titik 6 milik Bapak Mulud, Dusun Semanding, Desa Tempuran*, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat semakin terpenuhi. Warga pun diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan sekitar sumur serta merawat fasilitas yang ada agar dapat digunakan dalam waktu yang panjang. Kehadiran sumur air bersih tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. *TNI AD akan terus hadir bersama rakyat, membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah.* Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso Bersama Warga Gotong Royong Bangun Pagar Mushola Al-Ikhlas **Nganjuk** – Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap sarana ibadah sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso **Serka Reboanto** melaksanakan kerja bakti pembangunan pagar **Mushola Al-Ikhlas** bersama warga masyarakat di wilayah binaannya, Desa Jatirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Senin (24/8/2026). Kegiatan kerja bakti tersebut dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan Babinsa dan masyarakat sekitar. Serka Reboanto turut terjun langsung membantu proses pembangunan pagar, mulai dari menyiapkan material, mengangkut bahan bangunan, hingga membantu pengerjaan di lokasi. Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pembangunan sarana ibadah tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mendorong semangat gotong royong dalam setiap kegiatan yang memberikan manfaat bagi kepentingan bersama. Selain membantu proses pembangunan, kerja bakti tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara Babinsa dengan masyarakat di wilayah binaan. Interaksi langsung bersama warga menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso **Serka Reboanto** mengatakan bahwa kegiatan gotong royong merupakan salah satu budaya positif yang harus terus dipertahankan di tengah masyarakat. “Kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap fasilitas ibadah sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat. Dengan bergotong royong, pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan dan dapat diselesaikan dengan lebih cepat,” ujarnya. Menurutnya, pembangunan pagar Mushola Al-Ikhlas tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan mushola, tetapi juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan sarana ibadah tersebut. “Kami sebagai Babinsa akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat. Apabila ada kegiatan positif yang membutuhkan kebersamaan dan gotong royong, kami siap membantu sesuai kemampuan,” tambah Serka Reboanto. Warga masyarakat Desa Jatirejo menyambut baik keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Serka Reboanto yang ikut bekerja bersama warga dinilai memberikan semangat tersendiri dalam menyelesaikan pembangunan pagar mushola. Bagi masyarakat, kebersamaan antara Babinsa dan warga dalam kegiatan kerja bakti menjadi gambaran nyata kedekatan TNI dengan masyarakat. Tidak ada sekat antara aparat dan warga ketika bersama-sama mengerjakan kepentingan umum. Sementara itu, **Danramil 0810/15 Rejoso Kapten Arm Winarto** menegaskan bahwa Babinsa sebagai aparat kewilayahan akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan, baik yang berkaitan dengan pembinaan wilayah, sosial kemasyarakatan maupun pembangunan fasilitas umum. “Semangat gotong royong merupakan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. TNI hadir untuk membantu dan mendorong masyarakat dalam setiap kegiatan positif yang bertujuan meningkatkan kemajuan serta kesejahteraan warga,” ungkapnya. Danramil menambahkan, keberadaan Babinsa di wilayah binaan tidak hanya menjalankan tugas pembinaan teritorial, tetapi juga membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Dengan hubungan yang baik, berbagai persoalan di wilayah dapat diketahui secara lebih cepat sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama-sama. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan karena selain membantu masyarakat, juga dapat memperkuat kebersamaan dan persatuan. Semangat gotong royong merupakan kekuatan sosial yang harus tetap dipelihara,” jelas Kapten Arm Winarto. Pembangunan pagar Mushola Al-Ikhlas diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jatirejo. Dengan pagar yang lebih baik, lingkungan mushola diharapkan menjadi semakin tertata, aman dan nyaman bagi jamaah yang melaksanakan ibadah maupun berbagai kegiatan keagamaan. Kegiatan tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas umum dapat diwujudkan melalui kebersamaan. Babinsa bersama masyarakat saling membantu tanpa memandang perbedaan, dengan tujuan yang sama yaitu memberikan manfaat bagi lingkungan dan warga sekitar. Melalui kegiatan kerja bakti ini, Koramil 0810/15 Rejoso terus mendorong tumbuhnya budaya gotong royong di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa bersama masyarakat diharapkan semakin mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat sekaligus menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang harmonis. Kerja bakti pembangunan pagar Mushola Al-Ikhlas tersebut sekaligus menjadi wujud nyata **kemanunggalan TNI dengan rakyat**, di mana Babinsa senantiasa hadir dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di wilayah binaannya.