Breaking News
SAMBUT HUT RI KE-81, GERAKAN KERJA BAKTI SERENTAK SE-KAB. NGANJUK BERSAMA YONIF TP 933/MACAN WILIS Kodim 0810/Nganjuk Bedah Rumah Tidak Layak Huni Milik Warga Desa Loceret Sumur Bantuan TNI AD di Titik 6 Rampung, Warga Dusun Semanding Sambut dengan Sukacita *NGANJUK* – Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata di wilayah. Salah satunya melalui pembangunan sumur sumber air bersih bagi warga di wilayah Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Pembangunan sumur bantuan TNI AD di *Titik 6, yang berada di rumah **Bapak Mulud, Dusun Semanding, Desa Tempuran, RT/RW 007/002, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, kini telah memasuki tahap **finishing dan dinyatakan selesai dikerjakan*. Kehadiran sumur tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas sumber air bersih di lingkungan mereka. Proses penyelesaian sumur dilakukan dengan memperhatikan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat. Setelah melalui tahapan pekerjaan pembangunan, sumur kini telah memiliki bentuk yang lebih layak dan siap dimanfaatkan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Bagi masyarakat Dusun Semanding, keberadaan sumber air bersih tersebut memiliki arti penting. Air merupakan kebutuhan dasar yang sangat diperlukan untuk berbagai aktivitas rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci, mandi hingga kebutuhan sehari-hari lainnya. Terlebih pada saat musim kemarau, ketersediaan sumber air menjadi salah satu perhatian utama masyarakat. Dengan rampungnya pembangunan sumur di Titik 6, warga tidak hanya mendapatkan fasilitas fisik berupa sumur, tetapi juga memperoleh manfaat jangka panjang berupa akses terhadap sumber air yang diharapkan dapat digunakan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Salah seorang warga penerima manfaat menyampaikan rasa senang dan syukur atas bantuan sumur yang diberikan. Menurutnya, keberadaan sumur tersebut sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan sumber air bersih yang lebih dekat dengan permukiman. Kebahagiaan warga terlihat dari antusiasme mereka saat melihat sumur yang telah selesai dibangun. Bagi masyarakat, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian dan kepedulian TNI AD terhadap kondisi warga di wilayah pedesaan. Kegiatan pembangunan sumur air bersih tersebut juga menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat bukan hanya dalam aspek pembinaan teritorial dan keamanan, tetapi juga turut membantu mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk kebutuhan dasar akan air bersih. Komandan Kodim 0810/Nganjuk *Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T.*, menyampaikan bahwa penyediaan sumber air bersih merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap masyarakat sekaligus bagian dari upaya membantu meningkatkan kesejahteraan warga. “*Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat penting. Melalui pembangunan sumur ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi warga, khususnya masyarakat di Dusun Semanding, Desa Tempuran. Kami juga berharap sumur ini dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama,*” ujar Dandim. Menurut Dandim, keberadaan Babinsa di wilayah diharapkan mampu melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dengan komunikasi serta kedekatan yang terjalin bersama warga, berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama. “*TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Karena itu, setiap bentuk kegiatan yang dapat membantu meringankan kesulitan masyarakat akan terus kami dukung sesuai dengan kemampuan yang ada. Semoga bantuan sumur air bersih ini benar-benar memberikan manfaat dan dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,*” tambahnya. Dandim juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas sumur yang telah dibangun. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut merupakan hasil dari kepedulian dan gotong royong yang manfaatnya harus dapat dirasakan dalam jangka panjang. Sementara itu, jajaran Babinsa Koramil Ngluyu terus berupaya menjalin komunikasi dengan masyarakat sekaligus melakukan pendampingan di wilayah. Kedekatan Babinsa dengan warga menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung berbagai program sosial dan kemasyarakatan yang dilaksanakan di wilayah binaan. Pembangunan sumur di Titik 6 tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat kepada pemilik rumah, tetapi juga dapat membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan akses air bersih. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan manfaat dari fasilitas tersebut. Program penyediaan sumber air bersih juga menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat yang berada di wilayah dengan keterbatasan sumber air. Dengan tersedianya sumur, warga diharapkan tidak lagi terlalu kesulitan dalam memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Raut bahagia warga setelah selesainya pembangunan sumur menjadi gambaran sederhana dari manfaat nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Bantuan yang diberikan bukan sekadar pembangunan sebuah fasilitas, tetapi menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat. Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0810/Nganjuk menunjukkan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam membantu masyarakat di wilayah Kabupaten Nganjuk. Semangat pengabdian tersebut sejalan dengan prinsip *“Bersama Rakyat TNI Kuat”*, di mana keberadaan TNI senantiasa diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Dengan telah selesainya *sumur bantuan TNI AD di Titik 6 milik Bapak Mulud, Dusun Semanding, Desa Tempuran*, diharapkan kebutuhan air bersih masyarakat dapat semakin terpenuhi. Warga pun diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan sekitar sumur serta merawat fasilitas yang ada agar dapat digunakan dalam waktu yang panjang. Kehadiran sumur air bersih tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. *TNI AD akan terus hadir bersama rakyat, membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah.* Delapan Titik Sumur Bantuan TNI AD untuk Warga Ngluyu, Senyum Bahagia Iringi Rampungnya Titik 8
Berita  

Mengubah Kehidupan Warga Melalui Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Sambirejo

 

Nganjuk – Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi setiap keluarga. Selain menjadi tempat berlindung, rumah juga menjadi ruang bagi keluarga untuk tumbuh, beraktivitas, dan membangun kehidupan yang lebih baik. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Masih terdapat warga yang harus tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan kondisi bangunan yang jauh dari standar kelayakan.

Kondisi RTLH umumnya dipengaruhi oleh keterbatasan ekonomi masyarakat serta minimnya kemampuan untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan rumah secara mandiri. Atap yang mengalami kerusakan, dinding yang sudah lapuk, lantai yang belum memadai, hingga kondisi bangunan yang kurang aman menjadi persoalan yang dihadapi sebagian warga.

Melihat kondisi tersebut, berbagai upaya dilakukan untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas tempat tinggal mereka. Salah satunya melalui pembangunan dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Sambirejo.

Program pembangunan RTLH menjadi langkah nyata dalam menghadirkan hunian yang lebih layak, sehat dan aman bagi masyarakat. Pembangunan tidak hanya berorientasi pada perubahan bentuk fisik rumah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga penerima manfaat.

Dalam pelaksanaannya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama. TNI melalui Babinsa bersama pemerintah desa dan masyarakat turut berperan dalam mendukung proses pembangunan rumah warga. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Melalui kegiatan tersebut, Babinsa tidak hanya membantu pekerjaan fisik seperti mengangkat material, memasang dinding, memperbaiki bagian rumah, maupun pekerjaan lainnya, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus menjaga semangat kebersamaan.

Gotong royong dalam pembangunan RTLH juga menjadi bukti bahwa persoalan sosial di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui kebersamaan. Beban yang terasa berat jika ditanggung sendiri dapat menjadi lebih ringan ketika dikerjakan bersama.

Bagi warga penerima manfaat, pembangunan RTLH memberikan harapan baru. Rumah yang sebelumnya memiliki berbagai keterbatasan secara bertahap diperbaiki menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.

Perubahan tersebut memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat. Rumah yang layak dapat memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan keluarga yang lebih sehat.

Selain memberikan manfaat secara langsung kepada penerima bantuan, pembangunan RTLH juga memberikan dampak sosial yang lebih luas. Kegiatan tersebut mendorong tumbuhnya kepedulian antarmasyarakat serta memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan pembangunan RTLH sekaligus menunjukkan bahwa tugas TNI di wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan. Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa senantiasa dituntut untuk peka terhadap kondisi sosial masyarakat dan hadir ketika warga membutuhkan bantuan.

Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, Babinsa dapat mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus menjadi penghubung dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.

Pembangunan RTLH di Desa Sambirejo diharapkan dapat menjadi bagian dari proses perubahan kehidupan masyarakat menuju kondisi yang lebih baik. Rumah yang lebih layak akan memberikan ruang bagi keluarga untuk menjalani kehidupan dengan lebih aman, sehat dan bermartabat.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program RTLH merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Setiap dinding yang dibangun, setiap bagian rumah yang diperbaiki, dan setiap tenaga yang diberikan melalui gotong royong menjadi bagian dari upaya menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.

Semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Dengan terus mengedepankan gotong royong dan kepedulian sosial, pembangunan RTLH di Desa Sambirejo diharapkan mampu mengubah bukan hanya kondisi rumah, tetapi juga memberikan perubahan positif terhadap kehidupan keluarga yang menempatinya.

Dari rumah yang lebih layak, tumbuh rasa aman. Dari rasa aman, lahir harapan. Dan dari harapan, masyarakat dapat melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *