Nganjuk – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah, Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso Kodim 0810/Nganjuk, Serka Reboanto, bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) melaksanakan pendampingan dan pengawasan proses pengeboran sumur Irigasi Perpompaan (Irpom) bantuan Dinas Pertanian di Desa Jatirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergitas antara TNI dan instansi terkait dalam mendukung sektor pertanian, khususnya membantu petani memperoleh sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Dalam pelaksanaannya, Serka Reboanto bersama petugas BPP turun langsung ke lokasi untuk memantau tahapan pengeboran. Pendampingan dilakukan guna memastikan proses pekerjaan berjalan dengan aman, tertib dan lancar serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Di lokasi, Babinsa juga berkoordinasi dengan petugas BPP, pelaksana pengeboran, kelompok tani dan masyarakat setempat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus memastikan sarana Irpom nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.
Serka Reboanto mengatakan bahwa pendampingan terhadap program Irpom merupakan bagian dari tugas kewilayahan sekaligus bentuk dukungan Babinsa dalam membantu pemerintah meningkatkan ketahanan pangan.
“Babinsa akan terus bersinergi dengan BPP, kelompok tani dan instansi terkait dalam mengawal berbagai program pertanian. Harapannya, bantuan Irpom ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian dan mendukung peningkatan hasil produksi,” ujarnya.
Sementara itu, Sdr. Sutarno, S.P., menyampaikan bahwa sinergitas antara Koramil 0810/15 Rejoso dengan BPP diharapkan tidak berhenti pada proses pengeboran saja, tetapi terus berlanjut sampai tahap pemanfaatan dan pengelolaan sarana irigasi.
“Pendampingan secara berkelanjutan sangat penting agar fasilitas yang telah diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal, tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelompok tani,” ungkapnya.
Dengan adanya sumur Irpom tersebut, diharapkan dapat membantu kelompok tani dalam mengatasi kendala keterbatasan air, terutama pada saat curah hujan rendah. Ketersediaan sumber air alternatif diharapkan mampu mendukung keberlangsungan budidaya tanaman pangan serta meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., menegaskan bahwa pendampingan Babinsa terhadap program pertanian merupakan salah satu bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah.
“Sinergitas antara TNI, BPP, Dinas Pertanian, kelompok tani dan masyarakat harus terus diperkuat. Setiap bantuan pemerintah harus dikawal dan dimanfaatkan sebaik mungkin agar benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” tegas Dandim.
Lebih lanjut, Dandim berharap keberadaan fasilitas Irpom tersebut dapat dikelola dan dirawat bersama oleh kelompok tani sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan.
“Yang tidak kalah penting adalah pemeliharaan dan pengelolaan sarana Irpom setelah selesai dibangun. Dengan dirawat dan dimanfaatkan secara baik, fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi petani dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Nganjuk,” tambahnya.
Melalui kegiatan pendampingan dan pengawasan tersebut, Koramil 0810/15 Rejoso menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Sinergitas TNI bersama BPP, Dinas Pertanian, kelompok tani dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengawal program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan ketersediaan air pertanian, produktivitas lahan, ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.












