NGANJUK – Setelah melalui perjalanan panjang dan penantian selama tiga tahun, harapan masyarakat Dusun Bogorjo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, untuk memiliki rumah ibadah akhirnya mulai diwujudkan. Suasana penuh syukur dan kebersamaan mewarnai peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Husayn yang dilakukan oleh Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., Senin (07/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.15 WIB tersebut dihadiri sekitar 50 orang, terdiri dari unsur TNI, Polri, Forkopimcam Ngluyu, kepala desa se-Kecamatan Ngluyu, tokoh agama, pemilik tanah wakaf serta masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi warga Dusun Bogorjo. Sebuah lahan wakaf yang selama kurang lebih tiga tahun dinantikan proses pembangunan
nya, kini mulai berubah menjadi awal berdirinya sebuah masjid yang diharapkan menjadi pusat ibadah dan pembinaan generasi muda.
Setibanya di lokasi, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., terlebih dahulu meninjau lokasi pembangunan Masjid Al Husayn. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Ngluyu Imam Tarmuji, S.Sos.
Dalam sambutannya, Camat Ngluyu menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya peletakan batu pertama Masjid Al Husayn. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dandim 0810/Nganjuk dan seluruh pihak yang turut mendukung pembangunan masjid tersebut.
“Puji syukur kehadirat Allah SWT, pada pagi hari ini kita dapat hadir dan menyaksikan bersama peletakan batu pertama Masjid Al Husayn dalam keadaan sehat walafiat. Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini mendapatkan ridho dari Allah SWT,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi semangat masyarakat Dusun Bogorjo yang selama ini dikenal guyub dan rukun.
“Masyarakat Dusun Bogorjo sangat guyub rukun dalam kesehariannya. Termasuk dalam pembangunan masjid ini, setiap harinya masyarakat bergantian membantu pelaksanaan pembangunan,” tambahnya.
Semangat tersebut menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Masjid Al Husayn. Pembangunan rumah ibadah tersebut tidak hanya menjadi pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi hasil dari kebersamaan masyarakat yang secara sukarela ikut mengambil bagian.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir bersama masyarakat dalam momentum dimulainya pembangunan Masjid Al Husayn.
“Puji syukur kehadirat Allah SWT. Hari ini kita hadir bersama di tempat ini dalam niat yang mulia, dalam rangka memulai pembangunan Masjid Al Husayn dalam keadaan sehat walafiat,” tutur Dandim.
Dandim juga mengungkapkan rasa syukurnya karena pembangunan masjid dapat diwujudkan di wilayah tersebut. Menurutnya, pembangunan Masjid Al Husayn menjadi bagian dari harapan masyarakat yang telah lama dinantikan.
“Syukur Alhamdulillah, tanpa skenario, di utara dan selatan Kabupaten Nganjuk akan dibangun masjid. Khususnya di Dusun Bogorjo ini ternyata sudah ditunggu oleh Pak H. Janipin selama tiga tahun untuk mewakafkan tanah ini untuk pembangunan masjid,” jelasnya.
H. Janipin, selaku pemilik lahan wakaf, menjadi salah satu bagian penting dalam terwujudnya pembangunan Masjid Al Husayn. Tanah yang telah diwakafkan tersebut kini mulai memasuki tahap pembangunan dan diharapkan menjadi amal jariyah yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dandim juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Bogorjo yang secara konsisten menunjukkan semangat gotong royong dalam pembangunan.
“Terima kasih kepada masyarakat Dusun Bogorjo yang telah bersama-sama guyup rukun membantu dan meramaikan pembangunan masjid ini. Harapannya, ramai dalam membangun dan ramai pula dalam pelaksanaan ibadah sehari-harinya di kemudian hari,” tegasnya.
Lebih dari sekadar bangunan, Dandim berharap Masjid Al Husayn nantinya dapat menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya generasi muda yang memiliki akhlak serta budi pekerti yang mulia.
“Masjid ini milik kita bersama, mari kita jaga dengan baik. Al Husayn artinya anak kecil yang baik. Mudah-mudahan kelak akan lahir anak-anak yang berakhlak dan berbudi pekerti yang mulia,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu harapan utama dari pembangunan masjid. Kehadiran rumah ibadah diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi tempat pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi penerus.
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan acara selamatan. Suasana penuh khidmat kemudian mengiringi prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Dandim 0810/Nganjuk bersama Forkopimcam Ngluyu.
Peletakan batu pertama tersebut menjadi simbol dimulainya pembangunan Masjid Al Husayn. Batu pertama yang diletakkan menjadi tanda dimulainya sebuah perjalanan panjang untuk menghadirkan rumah ibadah yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat tanah wakaf oleh Sinasan, S.Pd.I., Kepala KUA Kecamatan Ngluyu, kepada Asrizal Khoirul Huda, Sekretaris Desa Sugihwaras sekaligus pelaksana pembangunan Masjid Al Husayn.
Penyerahan sertifikat tersebut semakin memperkuat komitmen dan kepastian dalam proses pembangunan masjid yang diperuntukkan bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan acara tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas dimulainya pembangunan Masjid Al Husayn.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, aman dan lancar.
Peletakan batu pertama ini merupakan kegiatan simbolis sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Al Husayn. Namun di balik prosesi tersebut terdapat harapan besar masyarakat Dusun Bogorjo agar nantinya masjid dapat menjadi tempat ibadah yang ramai, pusat pembinaan keagamaan dan tempat lahirnya generasi yang memiliki akhlakul karimah.
Tiga tahun menanti, kini batu pertama telah diletakkan. Dari tanah wakaf, tumbuh sebuah harapan. Dari gotong royong masyarakat, dimulai sebuah rumah ibadah. Dan dari Masjid Al Husayn, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan berbudi pekerti mulia.
TNI hadir bersama rakyat, membangun bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga harapan untuk masa depan generasi penerus bangsa.












