Berita  

Gotong Royong Cor Abutmen Jembatan Garuda, Koramil 0810/15 Rejoso dan Warga Klagen Bersatu Bangun Infrastruktur Desa

NGANJUK – Semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI AD. Anggota Koramil 0810/15 Rejoso bersama warga Desa Klagen bergotong royong melaksanakan pekerjaan pengecoran abutmen dalam pembangunan Jembatan Garuda. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Koramil bersama masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan pengecoran abutmen yang menjadi bagian penting dari konstruksi jembatan. Sejak pekerjaan berlangsung, seluruh personel yang terlibat menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong demi mendukung kelancaran pembangunan.

Pekerjaan dilakukan melalui kerja sama dalam menyiapkan material, mengatur adukan beton, hingga membantu proses pengecoran. Seluruh tahapan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab agar pelaksanaan pekerjaan berjalan tertib dan sesuai dengan rencana pembangunan.

Suasana kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Anggota TNI dan warga saling membantu, menunjukkan bahwa kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.

Pengecoran abutmen merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jembatan. Struktur ini berfungsi sebagai penopang pada ujung jembatan sekaligus menyalurkan beban konstruksi ke bagian fondasi. Karena itu, pengerjaannya membutuhkan ketelitian dan perhatian terhadap ketentuan teknis agar struktur jembatan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran mobilitas warga dan menunjang aktivitas perekonomian di wilayah sekitar.

Danramil Rejoso: Gotong Royong Menjadi Kekuatan Membangun Desa

Danramil 0810/15 Rejoso, Kapten Arm Winarto, menyampaikan bahwa kerja bakti merupakan tradisi luhur bangsa Indonesia yang harus terus dipelihara. Semangat gotong royong tidak hanya membantu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

“Melalui kegiatan kerja bakti ini, kami berharap semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat terus terjaga. Dengan bekerja bersama, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan. Kami juga berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat berjalan lancar sehingga nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Kapten Arm Winarto.

Menurutnya, pembangunan jembatan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan juga menjadi bukti kepedulian dan kerja sama berbagai pihak dalam mendukung kemajuan desa.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan anggota Koramil dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial, yakni membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pembangunan di wilayah.

Dandim Nganjuk Dorong Sinergi TNI dan Masyarakat

Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan pembangunan di wilayah merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Kemanunggalan TNI dengan rakyat harus terus diwujudkan melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Gotong royong dalam pembangunan Jembatan Garuda ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan wilayah,” tegas Dandim.

Ia berharap sinergi antara TNI dan masyarakat terus dipertahankan, sehingga berbagai pembangunan yang dibutuhkan warga dapat didukung melalui koordinasi, partisipasi, dan semangat kebersamaan.

“Kami ingin kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, pembangunan di wilayah diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kehidupan warga,” tambah Letkol Arh M. Taufan.

Jembatan Garuda Diharapkan Dorong Aktivitas Masyarakat

Masyarakat Desa Klagen menyambut baik keterlibatan anggota Koramil dalam kegiatan kerja bakti tersebut. Kehadiran TNI dinilai menjadi motivasi bagi warga untuk terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa.

Selain mendukung pekerjaan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa saling peduli, serta memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat.

Warga berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga nantinya mampu menunjang mobilitas dan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi sehari-hari.

Melalui kerja bakti tersebut, Koramil 0810/15 Rejoso terus mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dalam pembangunan wilayah.

Pembangunan Jembatan Garuda menjadi gambaran bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata, gotong royong, dan pengabdian bersama demi kemajuan desa serta kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *