Berita  

Di Tengah Kemarau Panjang, Kodim 0810/Nganjuk Hadir Bawa Harapan Air Bersih untuk Warga Jatikalen

 

NGANJUK – Bagi sebagian orang, air mungkin begitu mudah didapat. Tinggal membuka keran, air mengalir dan kebutuhan sehari-hari pun terpenuhi. Namun, bagi warga Dukuh Kedung Ringin, Dusun Tondo Wesi, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, mendapatkan air bersih di tengah kemarau panjang menjadi perjuangan tersendiri.

Sudah beberapa waktu terakhir, warga harus berjuang memenuhi kebutuhan air untuk memasak, minum, dan keperluan sehari-hari. Sumber air di wilayah tersebut cenderung payau dan asin. Bahkan, upaya warga melakukan pengeboran hingga kedalaman 70 hingga 120 meter belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Air yang ditemukan masih terasa asin dan belum dapat digunakan secara optimal sebagai sumber air bersih.

Kondisi semakin sulit ketika aliran Sungai Beng yang selama ini menjadi salah satu pilihan warga untuk mendapatkan air juga mengalami kekeringan.

Di tengah kondisi tersebut, Kodim 0810/Nganjuk hadir membawa bantuan sekaligus harapan. Senin (7/9/2026), satu unit mobil tangki Kodim 0810/Nganjuk membawa 4.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan 23 kepala keluarga di Dukuh Kedung Ringin.

Kedatangan mobil tangki air sekitar pukul 10.30 WIB langsung disambut warga. Air kemudian disalurkan ke tandon-tandon yang telah disiapkan masyarakat. Dari lima tandon yang tersedia, empat di antaranya masih dapat digunakan, sementara satu tandon mengalami kerusakan atau kebocoran.

Bagi warga, air yang datang bukan sekadar 4.000 liter air bersih. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan perhatian di tengah sulitnya mendapatkan sumber air.

Salah seorang warga Dukuh Kedung Ringin mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan Kodim 0810/Nganjuk. Menurutnya, kondisi kemarau membuat warga harus mencari berbagai cara untuk mendapatkan air.

“Alhamdulillah kami sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih ini. Saat kemarau seperti sekarang, air sangat sulit didapat. Untuk kebutuhan memasak dan minum, kami terkadang harus membeli air dari tempat lain. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Warga berharap bantuan air bersih dapat terus diberikan selama kondisi kemarau dan kekeringan masih berlangsung. Mereka juga berharap ke depan terdapat solusi jangka panjang sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak lagi bergantung pada sumber air yang jauh maupun pembelian dari wilayah lain.

Selama ini, warga telah melakukan berbagai cara. Sebagian menggunakan pompa untuk mengambil air dari Sungai Beng, meskipun debit air terus menyusut akibat kemarau. Sebagian lainnya bahkan harus membeli air bersih dari wilayah tetangga, yakni Dusun Nampu, Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, khususnya untuk kebutuhan memasak dan minum.

Danramil Jatikalen Kapten Cke Doni Susanto bersama Babinsa Desa Pule Serda Dwi S. turut mendampingi proses penyaluran bantuan tersebut. Kehadiran aparat kewilayahan diharapkan dapat memastikan bantuan tersalurkan secara tertib dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., menyampaikan bahwa bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Ketika warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau, kami berupaya hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Dandim.

Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Karena itu, persoalan kekeringan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa, terutama bagi masyarakat yang harus berjuang mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Jangan melihat dari jumlah air yang diberikan, tetapi lihat kepedulian dan semangat kebersamaan di dalamnya. TNI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan membantu sesuai kemampuan yang kami miliki,” tegasnya.

Dandim juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan bersama-sama menjaga lingkungan serta sumber-sumber air yang masih tersedia.

“Kita berharap kondisi kemarau ini segera berakhir. Selama masyarakat membutuhkan dan kita masih mampu membantu, kita akan berusaha hadir. Karena bagi kami, membantu kesulitan masyarakat merupakan bagian dari pengabdian,” tambahnya.

Bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan warga selama dua hari. Meski jumlahnya belum mampu menghapus seluruh kesulitan akibat kemarau, setidaknya bantuan tersebut dapat memberikan ruang bagi warga untuk bernapas lebih lega dan memenuhi kebutuhan paling mendasar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekcam Jatikalen Muksan, S.E., Kepala Desa Pule Luluk MZ, Danramil Jatikalen Kapten Cke Doni Susanto, Kepala Dusun Tondo Wesi Akim Raharjo, Babinsa Desa Pule Serda Dwi S., Bhabinkamtibmas Desa Pule Aipda Atin, serta masyarakat Dukuh Kedung Ringin.

Kehadiran aparat bersama masyarakat menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi warga bukan sekadar persoalan air, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian dan kebersamaan.

Bagi TNI, membantu masyarakat dalam menghadapi kesulitan merupakan bagian dari pengabdian. Kehadiran Babinsa dan jajaran Kodim 0810/Nganjuk di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya terlihat ketika kondisi aman dan normal, tetapi juga ketika warga sedang menghadapi kesulitan.

Kemarau boleh membuat sumber-sumber air mengering, tetapi semangat gotong royong dan kepedulian tidak boleh ikut mengering.

Kodim 0810/Nganjuk akan terus berupaya hadir bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan warga, termasuk dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.

Setetes air mungkin sederhana, tetapi bagi mereka yang sedang kehausan, setetes air adalah harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *