Nganjuk – Langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah terus digelorakan melalui sinergi antara TNI Angkatan Darat, Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Semangat tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Brigjen TNI Blasius Popylus, S.I.P., M.H.I., selaku Direktur Utama Pangan/Vice President PT Agrinas Pangan Nusantara, di wilayah Kabupaten Nganjuk, Kamis (10/9/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran Brigjen TNI Blasius Popylus bersama Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.H., MBA., Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., serta jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan Kodim 0810/Nganjuk menjadi momentum penting dalam melihat secara langsung potensi aset daerah yang dapat dioptimalkan untuk mendukung program ketahanan pangan.
Kegiatan diawali dengan audiensi dan paparan yang berlangsung di Peringgitan Pendopo KRT Soesrokoesomo Kabupaten Nganjuk. Dalam forum tersebut dilakukan pembahasan mengenai potensi wilayah, pemanfaatan aset daerah, serta peluang pengembangan sektor pangan yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Usai melaksanakan audiensi, rombongan kemudian bergerak menuju Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, untuk meninjau secara langsung tanah aset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk.
Dengan melihat langsung kondisi lahan di lapangan, berbagai potensi dan kendala dapat dipetakan secara lebih konkret. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah awal untuk memastikan aset daerah tidak hanya tercatat sebagai kekayaan daerah, tetapi mampu dikelola secara produktif, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di tengah tantangan menjaga ketersediaan pangan, keberadaan lahan produktif menjadi salah satu kekuatan strategis yang harus dikelola secara serius. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti menegaskan bahwa jajaran Kodim 0810/Nganjuk siap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam mengoptimalkan potensi wilayah, khususnya pada sektor ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh komponen. Kodim 0810/Nganjuk siap mendukung pemerintah daerah dalam mengoptimalkan setiap potensi yang ada, termasuk pemanfaatan aset daerah yang memiliki nilai strategis untuk mendukung program pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Dandim.
Menurut Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, peninjauan langsung ke lapangan merupakan langkah penting sebelum sebuah potensi dikembangkan menjadi program yang lebih besar.
Kondisi lahan, karakteristik wilayah, aksesibilitas hingga kemungkinan pengelolaan secara berkelanjutan perlu dilihat secara langsung agar setiap perencanaan yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kita tidak ingin potensi yang ada hanya berhenti menjadi data atau perencanaan di atas kertas. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, kita dapat mengetahui apa yang bisa dikembangkan dan bagaimana langkah yang paling tepat agar nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ketahanan pangan tidak dapat dibangun secara parsial. Dibutuhkan keterlibatan seluruh komponen, mulai dari pemerintah daerah, TNI, pihak pengelola, petani, kelompok masyarakat hingga stakeholder terkait lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan yang kuat, mulai dari pengelolaan lahan, proses produksi, pendampingan hingga pemanfaatan hasil produksi.
Bagi jajaran Kodim 0810/Nganjuk, ketahanan pangan merupakan salah satu bagian penting dari pembinaan wilayah. Karena itu, jajaran Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD di tengah masyarakat akan terus didorong untuk berperan aktif dalam mendukung berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan sektor pertanian dan pangan.
“Kami akan terus mendorong keterlibatan jajaran kewilayahan untuk membantu mengawal dan mendukung program-program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Harapannya, apa yang direncanakan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar dapat diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nganjuk,” lanjut Dandim.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen TNI Angkatan Darat untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kehadiran prajurit tidak hanya dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Optimalisasi aset daerah untuk sektor pangan juga dinilai memiliki nilai strategis. Apabila dikelola dengan perencanaan yang matang, lahan yang selama












