Nganjuk – Kebakaran rumpun bambu terjadi di belakang rumah warga milik Bapak Paidi, Dusun Kedungtengkek, RT 01/RW 02, Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Minggu (20/9/2026) sore. Kobaran api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merambat ke rumpun bambu akibat hembusan angin kencang.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik karena lokasi rumpun bambu berada tidak jauh dari permukiman. Warga bersama perangkat desa dan Babinsa kemudian bergerak cepat melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas.
Berdasarkan kronologi, sekitar pukul 17.00 WIB, Bapak Pardi, 72 tahun, melakukan pembakaran sampah di belakang rumah. Saat proses pembakaran berlangsung, angin kencang menyebabkan api merambat hingga membakar rumpun bambu yang berada di sekitar lokasi.
Melihat api mulai membesar, sekitar pukul 17.15 WIB, warga secara gotong royong berusaha melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia. Perangkat desa kemudian menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk membantu penanganan sekaligus meneruskan laporan kepada Dinas Pemadam Kebakaran.
Sekitar pukul 17.50 WIB, mobil pemadam kebakaran dari Pos Bantu Kecamatan Pace tiba di lokasi. Personel Damkar bersama Babinsa Desa Sumberurip Peltu Pono Edi S. dan masyarakat langsung melakukan pemadaman terhadap rumpun bambu yang terbakar.
Petugas dan warga berjibaku mengendalikan kobaran api serta melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan api tidak merambat ke lingkungan permukiman.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu setengah jam, pada pukul 19.15 WIB, api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman dan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Pada pukul 19.30 WIB, tim pemadam kebakaran meninggalkan lokasi setelah memastikan situasi terkendali.
Dalam penanganan tersebut turut hadir Gunadi selaku Danru Damkar Pos Pace, Peltu Pono Edi S. selaku Babinsa, Edy dan Amrul dari perangkat Desa Sumberurip, serta warga masyarakat sekitar.
Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil berupa rumpun bambu yang terbakar.
Dari kejadian tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan pembakaran sampah, terutama pada musim kemarau dan saat kondisi angin cukup kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat melalui bahan-bahan yang mudah terbakar seperti bambu, rumput dan dedaunan kering.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M. Taufan mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan pembakaran sampah sebelum api benar-benar dipastikan padam.
“Kebakaran seperti ini harus menjadi perhatian kita bersama. Pada musim kemarau, kondisi lingkungan yang kering ditambah angin kencang membuat api sangat mudah merambat. Karena itu, masyarakat harus lebih berhati-hati ketika membakar sampah,” tegas Dandim.
Menurutnya, respons cepat warga bersama Babinsa, perangkat desa dan petugas Damkar menjadi hal penting untuk mencegah kebakaran berkembang lebih luas.
“Kami mengapresiasi kepedulian warga yang segera melakukan pemadaman awal dan melaporkan kejadian kepada aparat. Sinergitas seperti ini sangat penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah api menjalar ke permukiman,” tambahnya.
Dandim juga mengimbau masyarakat untuk menghindari pembakaran sampah di dekat rumpun bambu, bangunan, lahan kering maupun material yang mudah terbakar.
“Yang paling utama adalah pencegahan. Jangan meninggalkan api dalam kondisi apa pun dan pastikan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” pungkasnya.
Kebakaran rumpun bambu di Dusun Kedungtengkek tersebut akhirnya berhasil ditangani dengan aman. Kejadian ini sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, kecepatan informasi dan sinergitas antara TNI, pemerintah desa, Damkar serta warga dalam menghadapi potensi kebakaran di wilayah.












