Bagor, 13 Mei 2026 — Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah binaannya, Babinsa Koramil 0810/02 Bagor Kodim 0810/Nganjuk, Koptu Margiangka, melaksanakan pendampingan kepada para petani saat kegiatan panen bawang merah di area persawahan Desa Karang Tengah, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Rabu (13/05/2026).
Kegiatan panen bawang merah tersebut diikuti puluhan petani setempat yang tampak antusias melaksanakan proses panen di lahan pertanian mereka. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata kepedulian TNI terhadap sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat desa.
Dalam pelaksanaannya, Koptu Margiangka tidak hanya melakukan pemantauan terhadap hasil panen petani, namun juga turut membantu proses panen bersama warga di area persawahan. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas petani diharapkan mampu memberikan semangat serta motivasi kepada masyarakat agar terus meningkatkan produktivitas pertanian.
Koptu Margiangka mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk sinergitas antara TNI dan rakyat dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Kami selalu hadir di tengah masyarakat, terutama para petani. Pendampingan ini adalah bentuk sinergi TNI dengan rakyat. Kami ingin memastikan proses panen berjalan lancar dan hasilnya maksimal,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain membantu proses panen, Babinsa juga memberikan imbauan kepada para petani agar selalu menjaga kualitas hasil panen bawang merah sehingga memiliki nilai jual yang baik di pasaran dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Kami juga mengingatkan para petani agar menjaga kualitas hasil panen sehingga memiliki nilai jual yang tinggi dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.
Salah satu petani bawang merah, Bapak Suparno, mengaku senang dan merasa terbantu dengan kehadiran Babinsa yang selama ini aktif mendampingi para petani di desa binaan.
“Kami merasa sangat diperhatikan. Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, kami jadi lebih semangat dalam bekerja. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Hasil panen bawang merah di Desa Karang Tengah tahun ini dinilai cukup memuaskan. Para petani berharap produktivitas pertanian terus meningkat dengan adanya pendampingan dari Babinsa serta dukungan dari pemerintah daerah dan dinas terkait.
Pendampingan pertanian yang dilakukan Babinsa juga menjadi bagian dari upaya membantu petani dalam mengatasi berbagai kendala di lapangan, mulai dari serangan hama, pemupukan, perawatan tanaman, hingga proses pemasaran hasil panen.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Komando Atas agar aparat kewilayahan terus aktif hadir di tengah masyarakat dalam mendukung kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas pangan di wilayah.
Sementara itu, Komandan Kodim 0810/Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., memberikan apresiasi terhadap dedikasi Babinsa yang terus aktif mendampingi masyarakat petani di wilayah binaannya.
“Saya mengapresiasi peran aktif Babinsa yang terus hadir membantu dan mendampingi petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kehadiran Babinsa di tengah petani merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegas Dandim.
Lebih lanjut, Letkol Arh M. Taufan menegaskan bahwa Babinsa harus terus menjadi motor penggerak dan motivator bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Babinsa harus selalu hadir memberikan dukungan dan semangat kepada para petani agar produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu mendukung swasembada pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya pendampingan pertanian tersebut, diharapkan para petani bawang merah di Desa Karang Tengah semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan hasil produksi pertanian demi mendukung ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nganjuk.

















