banner 728x250
Berita  

BABINSA KORAMIL 0810/08 BARON LAKSANAKAN SOSIALISASI DAN PENGECEKAN TERNAK GUNA ANTISIPASI PMK

banner 120x600
banner 468x60

Nganjuk — Dalam rangka mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Babinsa Koramil 0810/08 Baron Kodim 0810/Nganjuk, Serka Suprapto, melaksanakan kegiatan sosialisasi serta pengecekan hewan ternak milik warga di Dusun Plimping, Desa Gebangkerep, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pimpinan kepada seluruh jajaran aparat kewilayahan agar terus memantau kondisi hewan ternak di wilayah binaan guna mencegah penyebaran wabah PMK secara lebih luas.

banner 325x300

Dalam pelaksanaannya, Serka Suprapto mendatangi kandang-kandang ternak milik warga untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan sapi sekaligus memberikan edukasi kepada peternak terkait gejala dan langkah pencegahan penyakit PMK.

Babinsa menjelaskan bahwa langkah antisipasi sejak dini sangat penting dilakukan karena penyakit PMK merupakan wabah yang mudah menular antarhewan ternak, khususnya sapi.

“Meskipun saat ini penyebaran penyakit belum meluas, namun antisipasi harus tetap dilakukan sejak dini karena PMK merupakan penyakit yang sangat mudah menular,” ujar Serka Suprapto.

Selain melakukan pengecekan, Babinsa juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap lalu lintas hewan ternak dari luar daerah. Warga diminta untuk melakukan pengawasan terhadap keluar masuknya sapi guna meminimalisir risiko penularan penyakit.

“Kami mengimbau kepada para peternak agar membatasi keluar masuknya ternak dari luar daerah serta segera melaporkan kepada petugas apabila ditemukan gejala PMK pada hewan ternaknya agar dapat segera ditangani,” tambahnya.

Adapun beberapa gejala PMK yang disosialisasikan kepada warga antara lain hewan mengalami demam, keluar air liur berlebihan, luka pada mulut dan kuku, hingga penurunan nafsu makan. Dengan adanya pemahaman tersebut, diharapkan masyarakat dapat melakukan deteksi dini sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat, khususnya para peternak sapi yang merasa terbantu dengan adanya pendampingan dan sosialisasi dari Babinsa. Kehadiran aparat kewilayahan dinilai memberikan rasa aman serta meningkatkan kewaspadaan warga terhadap ancaman wabah PMK.

Selain sebagai langkah pencegahan penyakit, kegiatan tersebut juga menjadi sarana komunikasi sosial antara Babinsa dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya di sektor peternakan yang menjadi salah satu sumber ekonomi warga.

Sementara itu, Komandan Kodim 0810/Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan, memberikan apresiasi kepada Babinsa yang aktif turun langsung ke lapangan dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi terkait PMK.

“Saya mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian Babinsa Koramil 0810/08 Baron dalam melakukan pengecekan serta sosialisasi kepada masyarakat terkait antisipasi PMK. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat,” tegas Dandim.

Lebih lanjut, Letkol Arh M. Taufan menegaskan bahwa Babinsa harus terus bersinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat dalam mencegah penyebaran wabah penyakit hewan ternak.

“Kami berharap seluruh Babinsa terus aktif melakukan pemantauan di wilayah binaan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar penyebaran PMK dapat dicegah sedini mungkin sehingga sektor peternakan masyarakat tetap aman dan produktif,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan pengecekan ternak ini, diharapkan masyarakat semakin waspada terhadap ancaman PMK serta mampu melakukan langkah-langkah pencegahan secara tepat guna menjaga kesehatan hewan ternak dan kestabilan ekonomi warga.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *