NGANJUK – Komandan Kodim (Dandim) 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., selaku Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Nganjuk, dijadwalkan membuka secara resmi Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Persatuan Silat Nasional (Persinas) ASAD Kabupaten Nganjuk Tahun 2026, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan kejuaraan tersebut merupakan bagian dari program kerja Pengurus Kabupaten Persinas ASAD Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 yang diarahkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pembinaan olahraga pencak silat, khususnya dalam rangka mencari, menjaring dan mengembangkan bibit-bibit atlet potensial di Kabupaten Nganjuk.
Kejurkab Persinas ASAD Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai dan bertempat di Padepokan Persinas ASAD, Pondok Al Ubaidah Kertosono, Jalan Ahmad Yani Nomor 100, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan para atlet setelah menjalani proses latihan dan pembinaan, tetapi juga menjadi sarana penting bagi para pesilat untuk mendapatkan pengalaman bertanding secara langsung. Melalui kompetisi yang terarah dan sportif, para atlet dapat mengetahui sejauh mana kemampuan teknik, fisik, mental serta kesiapan mereka dalam menghadapi pertandingan.
Pelaksanaan Kejurkab juga menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga prestasi yang dilakukan secara berjenjang. Para atlet yang mengikuti pertandingan diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, disiplin, kejujuran dan rasa saling menghormati antar-pesilat.
Dalam sebuah pertandingan pencak silat, kemenangan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Proses pembentukan mental bertanding, keberanian menghadapi lawan, kemampuan mengendalikan emosi serta kesanggupan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada merupakan bagian penting yang perlu ditanamkan kepada setiap atlet.
Oleh karena itu, Kejurkab Persinas ASAD Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi para atlet muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk karakter yang kuat.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pelatih dan pembina untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan atlet. Hasil pertandingan dapat menjadi bahan untuk mengetahui berbagai kelebihan maupun kekurangan yang masih perlu diperbaiki melalui program latihan selanjutnya.
Dengan adanya kompetisi yang dilaksanakan secara rutin, para pesilat diharapkan semakin terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan. Pengalaman tersebut sangat penting dalam membangun kepercayaan diri, kesiapan mental serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika berada di arena pertandingan.
Selain sebagai wadah kompetisi, Kejurkab Persinas ASAD juga diharapkan mampu menjadi salah satu pintu masuk dalam proses penjaringan atlet-atlet muda yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Atlet yang menunjukkan kemampuan, kedisiplinan dan prestasi di tingkat kabupaten dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti pembinaan serta kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat ekosistem olahraga pencak silat di Kabupaten Nganjuk. Tidak hanya atlet, keberadaan pelatih, wasit, juri, pengurus perguruan serta dukungan orang tua dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pembinaan yang sehat dan berkesinambungan.
Keterlibatan Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., selaku Ketua Umum IPSI Kabupaten Nganjuk dalam kegiatan tersebut menunjukkan perhatian terhadap perkembangan olahraga pencak silat di Kabupaten Nganjuk. Pencak silat tidak hanya dipandang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga memiliki nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui olahraga pencak silat, generasi muda dapat belajar mengenai kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, keberanian, pengendalian diri serta pentingnya menghormati orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti menyampaikan bahwa pelaksanaan kejuaraan seperti Kejurkab Persinas ASAD memiliki arti penting dalam proses pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Nganjuk.
Menurutnya, kompetisi harus dipandang sebagai bagian dari proses pembinaan. Atlet tidak hanya dituntut untuk mengejar kemenangan, tetapi juga harus mampu menunjukkan sikap disiplin, sportif dan menghargai lawan selama pertandingan.
“Kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet pencak silat. Para pesilat harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman bertanding, mengukur kemampuan dan terus memperbaiki kekurangan. Yang tidak kalah penting adalah menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan dalam membangun prestasi olahraga tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang, latihan yang disiplin, pendampingan pelatih serta dukungan dari berbagai pihak.
“Prestasi lahir dari proses. Karena itu, atlet harus terus berlatih, menjaga disiplin dan memiliki semangat untuk berkembang. Jangan hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman dan bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik,” tambahnya.
Dandim juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti Kejurkab dengan penuh semangat dan menjadikan pertandingan sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan antarpesilat, antarpelatih dan antarperguruan pencak silat di Kabupaten Nganjuk.
Menurutnya, meskipun setiap atlet akan berjuang memberikan kemampuan terbaik bagi dirinya maupun perguruan masing-masing, semangat persatuan dan persaudaraan harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap pertandingan.
“Bertandinglah dengan penuh semangat dan percaya diri, tetapi tetap hormati lawan. Menang maupun kalah merupakan bagian dari proses. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat mengambil pelajaran dari setiap pertandingan dan terus meningkatkan kemampuan,” pesannya.
Sementara itu, pelaksanaan Kejurkab Persinas ASAD Kabupaten Nganjuk diharapkan dapat berlangsung aman, tertib dan lancar. Seluruh peserta, pelatih, official maupun panitia diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Para atlet juga diharapkan menjaga kondisi fisik dan mental selama mengikuti pertandingan. Kedisiplinan dalam mengikuti jadwal, menjaga kebugaran serta mematuhi ketentuan pertandingan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pelaksanaan kejuaraan.
Kejurkab Persinas ASAD Tahun 2026 pada akhirnya diharapkan tidak hanya menghasilkan para juara di atas arena, tetapi juga melahirkan pesilat-pesilat muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, tangguh dan mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, terarah dan berkesinambungan, pencak silat di Kabupaten Nganjuk diharapkan semakin berkembang. Dari ajang tingkat kabupaten inilah diharapkan muncul atlet-atlet potensial yang nantinya mampu mewakili Kabupaten Nganjuk dalam berbagai kejuaraan di tingkat regional, provinsi maupun nasional.
Kehadiran dan keterlibatan seluruh unsur pencak silat dalam Kejurkab Persinas ASAD Tahun 2026 juga diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun olahraga prestasi di Kabupaten Nganjuk.
Dengan menjadikan pencak silat sebagai sarana olahraga, pembinaan karakter dan pemersatu generasi muda, diharapkan semakin banyak anak-anak muda Kabupaten Nganjuk yang memiliki kegiatan positif, berprestasi serta mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal.
Kejurkab Persinas ASAD Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk terus menjaga semangat “prestasi, sportivitas dan persaudaraan”, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam mencetak generasi pesilat Kabupaten Nganjuk yang tangguh, berkarakter dan mampu mengharumkan nama daerah.
