NGANJUK – Dalam rangka mengantisipasi dampak musim penghujan, Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso Kodim 0810/Nganjuk, Sertu Hendro Prasetyo, bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti normalisasi saluran irigasi di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan sekaligus langkah nyata untuk menjaga kelancaran aliran air, terutama saat intensitas hujan meningkat. Normalisasi saluran irigasi dilakukan guna mengurangi potensi penyumbatan yang dapat menyebabkan genangan air di lingkungan permukiman maupun area persawahan.
Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama warga bahu-membahu membersihkan saluran irigasi dari sampah, rumput liar, lumpur, serta berbagai material yang berpotensi menghambat aliran air. Dengan menggunakan peralatan kerja sederhana, seluruh peserta bergotong royong membersihkan bagian saluran yang mengalami pendangkalan maupun penyumbatan.
Semangat kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Babinsa dan masyarakat bekerja sama tanpa mengenal lelah demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Selain menjaga kebersihan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah preventif untuk mendukung fungsi saluran irigasi agar tetap optimal dalam mengalirkan air.
Babinsa Sertu Hendro Prasetyo menyampaikan bahwa kerja bakti normalisasi saluran irigasi merupakan bagian dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat di wilayah binaan, khususnya dalam menghadapi perubahan cuaca dan datangnya musim penghujan.
“Melalui kerja bakti ini, kami berharap saluran irigasi dapat berfungsi dengan baik sehingga aliran air menjadi lancar dan risiko terjadinya genangan akibat saluran tersumbat dapat dikurangi. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air,” ungkapnya.
Menurutnya, upaya menjaga kebersihan saluran air tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, budaya gotong royong perlu terus dipelihara sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus upaya mengantisipasi potensi permasalahan yang dapat timbul saat curah hujan tinggi.
Sementara itu, masyarakat Desa Tritik menyambut positif kegiatan kerja bakti tersebut. Kehadiran Babinsa dinilai mampu memberikan motivasi kepada warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan menjaga fasilitas pengairan yang memiliki peran penting bagi kehidupan sehari-hari, termasu












