Berita  

DITINGGAL ISHOMA, PENYULINGAN MINYAK CENGKEH DILALAP API — BANGUNAN DAN BAHAN BAKU LUDES TERBAKAR

NGANJUK — Musibah kebakaran terjadi di rumah penyulingan minyak cengkeh milik Sdr. Yanto (41), pekerjaan swasta, yang beralamat di Dusun Sugihan RT 03/RW 03, Desa Duren, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Sabtu malam.

Kebakaran diduga dipicu percikan api dari tungku pembakaran yang menyambar tumpukan daun cengkeh sebagai bahan baku yang berada di area penyulingan. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat hingga membakar bangunan rumah penyulingan.

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.30 WIB, ketika Yanto bersama Sdr. Karim sedang melakukan proses penyulingan minyak cengkeh menggunakan dua tungku besar. Menjelang waktu Maghrib, keduanya menghentikan sementara aktivitas untuk melaksanakan ibadah dan istirahat.

Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, saat lokasi penyulingan dalam kondisi ditinggalkan, warga tiba-tiba melihat kobaran api yang telah membesar dari area penyulingan. Api kemudian membakar bangunan rumah penyulingan beserta material yang berada di dalamnya.

Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar segera berdatangan. Dengan peralatan seadanya, masyarakat secara bersama-sama berupaya melakukan pemadaman secara manual untuk mencegah kobaran api semakin meluas.

Upaya warga kemudian diperkuat oleh petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 19.45 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman serta pendinginan terhadap titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api.

Petugas bersama warga berjibaku memadamkan kobaran api hingga akhirnya sekitar pukul 20.30 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Meskipun tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil. Satu unit rumah penyulingan minyak cengkeh mengalami kerusakan akibat terbakar, tumpukan daun cengkeh sebagai bahan baku ludes terbakar, serta satu unit ketel mengalami kerusakan ringan.

Total kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya pemilik usaha yang menggunakan tungku pembakaran dan bahan-bahan yang mudah terbakar, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya api.

Pengawasan terhadap tungku, kondisi bahan baku, serta lingkungan sekitar tempat produksi perlu dilakukan secara ketat, terutama ketika aktivitas dihentikan sementara dan lokasi ditinggalkan.

Berkat kesigapan warga dan petugas pemadam kebakaran, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan maupun permukiman di sekitar lokasi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab pasti kebakaran masih berdasarkan dugaan awal percikan api dari tungku yang menyambar tumpukan daun cengkeh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *