Nganjuk – Bupati Nganjuk bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk melaksanakan perjalanan menuju lokasi peresmian program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, sehat, aman dan nyaman bagi warga yang membutuhkan.
Dalam rombongan tersebut turut hadir Wakil Bupati Nganjuk, Dandim 0810/Nganjuk, Kapolres Nganjuk, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Nganjuk, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Nganjuk, serta Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk.
Keberangkatan bersama jajaran Forkopimda tersebut menunjukkan adanya sinergitas dan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Nganjuk. Kehadiran unsur pimpinan daerah secara langsung di tengah masyarakat juga menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap berbagai kebutuhan warga, khususnya masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh jajaran pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Patianrowo beserta jajaran, Danramil dan Kapolsek Patianrowo, Kepala Desa Bukur beserta perangkat desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para ketua RT/RW, serta masyarakat Desa Bukur, khususnya keluarga penerima manfaat program Rutilahu.
Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program Rumah Tidak Layak Huni merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang masih menempati rumah dengan kondisi kurang memenuhi standar kelayakan. Kondisi rumah yang kurang layak tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik bangunan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan, keamanan, kenyamanan serta kualitas kehidupan keluarga yang menempatinya.
Melalui program Rutilahu, rumah warga yang sebelumnya memiliki berbagai keterbatasan dilakukan perbaikan sehingga menjadi hunian yang lebih aman, sehat dan nyaman. Dengan adanya rumah yang lebih layak, keluarga penerima manfaat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang serta memiliki lingkungan tempat tinggal yang mendukung tumbuh kembang keluarga.
Perbaikan rumah juga menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang layak diharapkan mampu memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri keluarga penerima manfaat, sekaligus menjadi tempat yang baik untuk membangun keluarga yang harmonis, sehat dan produktif.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T. menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam program Rutilahu merupakan bagian dari komitmen jajaran TNI untuk selalu hadir dan membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan.
Menurutnya, pembangunan dan perbaikan rumah warga tidak hanya berbicara mengenai pembangunan sebuah bangunan secara fisik, tetapi memiliki makna yang lebih luas, yaitu membantu meningkatkan kualitas kehidupan dan memberikan tempat tinggal yang lebih manusiawi bagi keluarga penerima manfaat.
“Kami dari jajaran Kodim 0810/Nganjuk akan terus mendukung program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Rutilahu ini merupakan wujud nyata kepedulian dan gotong royong. Kami berharap rumah yang telah diperbaiki dapat dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh keluarga penerima manfaat,” ujar Dandim 0810/Nganjuk.
Dandim menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah maupun satu instansi saja. Diperlukan keterlibatan dan dukungan seluruh komponen masyarakat agar setiap program yang dilaksanakan dapat memberikan hasil maksimal dan manfaat yang berkelanjutan.
Semangat gotong royong antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan warga menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Kebersamaan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.
Bagi jajaran Kodim 0810/Nganjuk, kehadiran Babinsa dan unsur kewilayahan dalam berbagai kegiatan pembangunan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan teritorial. Babinsa diharapkan senantiasa aktif memantau perkembangan wilayah, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta membantu pemerintah desa dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman, tertib dan kondusif.
Peresmian rumah hasil program Rutilahu di Desa Bukur juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian sosial masyarakat. Bantuan dan pembangunan yang telah diberikan diharapkan tidak berhenti pada saat peresmian, tetapi terus dijaga melalui kepedulian bersama terhadap lingkungan sekitar.
Keluarga penerima manfaat diharapkan dapat menjaga dan merawat rumah tersebut dengan baik, sehingga hasil pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang dan benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh anggota keluarga.
Masyarakat sekitar juga diharapkan turut menjaga semangat kebersamaan dengan membantu warga yang membutuhkan sesuai kemampuan masing-masing. Kepedulian sosial, gotong royong dan semangat saling membantu merupakan nilai-nilai yang harus terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Selain memberikan dampak langsung kepada keluarga penerima manfaat, program Rutilahu juga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang lebih sehat dan tertata. Dengan rumah yang layak serta lingkungan yang bersih, masyarakat dapat menjalankan kehidupan sehari-hari dengan lebih nyaman dan produktif.
Kegiatan peresmian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri serta seluruh elemen masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling mendukung dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Sinergitas Forkopimda Kabupaten Nganjuk bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat terus ditingkatkan. Dengan komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan, berbagai permasalahan masyarakat dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Program Rutilahu di Desa Bukur diharapkan menjadi salah satu contoh nyata bahwa kepedulian, gotong royong dan kebersamaan mampu memberikan perubahan positif bagi kehidupan masyarakat.
Pemerintah bersama jajaran TNI dan Polri akan terus mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat juga sangat diperlukan agar hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal.
Melalui momentum peresmian Rutilahu tersebut, seluruh pihak diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga kepedulian sosial dan semangat gotong royong. Pembangunan yang berhasil bukan hanya terlihat dari berdirinya bangunan baru, tetapi juga dari meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat dan tumbuhnya rasa kebersamaan di lingkungan sekitar.
Dengan semangat sinergitas antara pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat, diharapkan berbagai program pembangunan di Kabupaten Nganjuk dapat terus berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mari kita jaga semangat gotong royong, saling peduli dan saling membantu. Bersama-sama kita dukung setiap program pembangunan demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Nganjuk yang semakin sejahtera, mandiri, aman dan nyaman.”
Kegiatan peresmian Rutilahu di Desa Bukur berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Kehadiran jajaran Forkopimda bersama masyarakat menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Nganjuk yang lebih baik dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.












